Langsung ke konten utama

Ucapan Belasungkawa Untuk Keluarga Syuhada

Ucapan Belasungkawa Untuk Keluarga Syuhada



Dari As-Sirri bin Yahya, dari Al-‘Ila’ bin Hilal Al-Bahili bahwa seseorang –dari kerabat Shillah– berkata kepada Shillah, “Wahai Abu Shahba’, aku bermimpi mendapatkan satu kali syahadah dan engkau mendapat dua kali syahadah. ”Shillah pun menjawab, “Bagus sekali mimpimu, engkau syahid untuk dirimu sendiri, sedangkan aku harus mencari syahid untukku dan anakku.” Sampai pada masa pemerintahan Yazid bin Ziyad mereka berhadapan dengan orang Turki di daerah Sijistan, dalam peperangan pertama kaum muslimin terpukul mundur melihat hal itu. Shillah berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, pulanglah kepada ibumu.” Sang anak menjawab, “Wahai ayah, apakah engkau ingin mendapatkan kebaikan untuk dirimu sendiri dan engkau memerintahkan aku pulang. Sedangkan engkau, wahai ayah, jauh lebih baik dan berguna di samping ibu dari padaku. ”Shillah pun berkata, “Jika engkau berpendapat seperti itu, maka segeralah maju untuk menyerang musuh.” Bergegas anak Shillah maju menyerang sampai dia terbunuh. Segera Shillah melemparkan anak panah –Shillah merupakan seorang yang ahli memanah– di seputar tubuh anaknya, serangan itu menyebabkan musuh ketakutan sehingga Shillah dapat berjalan sampai di samping tubuh anak lelakinya. Kemudian dia berdoa dan maju menyerang musuh sampai terbunuh.

Diriwayatkan dari Hamad bin Salamah dari Tsabit dari Mu’adzah, istri Shillah, ketika datang kabar tentang kematian suami dan anak lelakinya. Istri Shillah berkisah, bahwa dalam peperangan itu Shillah memerintahkan kepada anaknya untuk maju menyerang, dia berkata, “Majulah dan niatkanlah amalmu hanya untuk Allah,” maka sang anak maju menyerang musuh sampai terbunuh, selanjutnya sang ayah pun terbunuh. Pada saat kabar kematian Shillah dan anaknya menyebar, para wanita segera datang ke rumah istri Shilah. Melihat kedatangan mereka, istri Shillah berkata, “Jikalau kalian datang untuk mengucapkan salam atas kemuliaan yang Allah karuniakan kepadaku dengan kematian mereka, maka kedatangan kalian akan aku terima. Akan tetapi jika kalian datang untuk berbelasungkawa, maka pulanglah!”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...

The trumpet is Jewish Culture

The trumpet is Jewish culture. But that is what the Muslims did on New Year's Eve, just following Jewish culture. Don't believe? Please reflect on the following hadith. From Abu ‘Umair bin Anas from his aunt who included Ansar shahabiyah, . عن أبى عمير بن أنس عن عمومة له من الأنصار قال اهتم النبى -صلى الله عليه وسلم- للصلاة كيف يجمع الناس لها فقيل له انصب راية عند حضور ال...