Langsung ke konten utama

Mengenal Istri Nabi - Mariyah al-Qibthiyah



Madrasah Muslimah, Mariyah binti Syam’un al-Qibthiyah adalah seorang wanita yang berasal dari Mesir. Pada tahun 7 H, Raja Iskandariyah (Mesir), Muqauqis, mengirim Mariyah untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sahabat Hatib bin Abi Balta’ah lah yang menjaganya dalam perjalanan menuju Madinah. Saat bertemu Nabi, ia memeluk Islam.




Memeluk Islam

Pada tahun ke-6 H, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendakwahi raja-raja. Beliau mengirimi mereka surat. Mengajak mereka memeluk Islam. Di antara raja yang mendapatkan surat tersebut adalah Muqauqis, Raja Iskandariyah Mesir. Sebagai respon atas surat tersebut, Muqauqis memberikan pemberian yang banyak kepada Nabi. Di antaranya adalah Mariyah dan saudari perempuannya yang bernama Sirin. Juga termasuk Khasi, saudara laki-laki Mariya. Ia juga menghadiahi nabi banyak emas. 20 helai baju yang lembut. Seekor bighal dan keledai. Hadiah-hadiah itu dititipkan kepada sahabat Hatib bin Abi Balta’ah radhiallahu ‘anhu.

Hatib mendakwahi Mariyah, Sirin, dan Khasi. Mariyah tertarik dengan Islam. Sirin langsung memeluk agama yang mulia ini. Sementara Khasi ia tetap berada di atas agamanya baru sesampainya di Madinah, ia memeluk Islam.

Dari sini kita dapat pelajaran, kebanyakan orang-orang non Islam tidak memeluk Islam karena tidak mengetahui Islam. Atau mereka mendapat informasi yang salah tentang Islam. Seharusnya umat Islam tidak takut dan menunda untuk berdakwah. Mengenalkan agama ini kepada orang-orang non Islam. Mereka berhak mengetahui kebenaran. Agar mereka mendapatkan pilihan dan memilih jalan yang terbaik untuk kehiduapan mereka. Artinya, setiap muslim wajib membekali diri dengan pengetahuan agama.

Kita juga mengetahui mengapa Rasulullah melarang seseorang tinggal di negeri kafir. Karena di sana, informasi terhadap agama Islam sangat minim. Sementara kerancuan pemikiran terhadap Islam sangat besar. Ketimpangan berita ini bisa membahayakan keimanan seorang muslim.

Bersama Rasulullah

Mariyah adalah seorang wanita kulit putih yang cantik. Namun ia tidak termasuk ummul mukminin. Pada Bulan Dzul Hijjah tahun 8 H, Mariyah melahirkan putra Rasulullah dan dinamai Ibrahim. Istri-istri Nabi pun merasa cemburu padanya.

Dengan kelahiran Ibrahim, Mariyah menjadi wanita yang merdeka. Ibnu Abbas berkata, “Saat Mariyah melahirkan, Rasulullah bersabda, ‘Ia dimerdekakan oleh anaknya’.” Ibrahim hidup selama setahun beberapa bulan dalam perhatian Rasulullah. Sebelum genap berusia dua tahun, Ibrahim sakit. Kemudian wafat saat ia baru berusia 18 bulan. Ia wafat pada tahun 10 H, hari Selasa saat bulan Rabiul Awal baru beberapa hari berjalan. Mariyah pun sangat bersedih dengan kepergian putranya itu.

Untuk memahami bagaimana kedudukan Mariyah, kita bisa simak ucapan Ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha, “Aku tidak pernah cemburu kepada wanita-wanita bersama Nabi sebagaimana rasa cemburuku pada Mariyah. Karena ia wanita yang sangat cantik dan rambutnya bergelombang. Rasulullah sangat tertarik dengannya. Saat pertama tiba, beliau tempatkan Mariyah di rumah Haritsah bin an-Nu’man sehingga menjadi tetangga bagi kami. Siang dan malam Rasulullah bersamanya sampai kami luangkan waktu untuk memperhatikannya agar ia tidak betah. Lalu Nabi memindahkannya ke daerah yang lebih tinggi. Beliau sering menemuinya di sana. Itulah yang paling berat bagi kami.”

Wafat

Mariyah wafat di bulan Muharam tahun 16 H. Umar bin al-Khattab mengumpulkan orang untuk menyalatkannya. Dan ia dimakamkan di Pemakaman Baqi’. Ibnu Mandah mengatakan, “Mariyah wafat 5 tahun setelah Nabi wafat. Radhiallahu ‘anha wa askanahu fasiha jannatih.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...

The trumpet is Jewish Culture

The trumpet is Jewish culture. But that is what the Muslims did on New Year's Eve, just following Jewish culture. Don't believe? Please reflect on the following hadith. From Abu ‘Umair bin Anas from his aunt who included Ansar shahabiyah, . عن أبى عمير بن أنس عن عمومة له من الأنصار قال اهتم النبى -صلى الله عليه وسلم- للصلاة كيف يجمع الناس لها فقيل له انصب راية عند حضور ال...