.
Pada suatu hari ada seseorang lelaki badui (gurun) datang menghadiri majlis Nabi Shallallahu alaihi wasallam di Masjid Nabawi.
.
Tiba-tiba laki merasa kebelet untuk membuang hajatnya, maka diapun segera bangun dan kencing di pojok masjid.
.
Spontan para sahabat yg berada disitu segera berlari ke arahnya untuk menarik dan menghalanginya melakukan hal tersebut.
.
Melihat kejadian tersebut Nabi shallallahu alaihi wasallam langsung meminta kepada sahabat untuk tenang dan membiarkan orang tersebut kencing disana.
.
Nabi tahu bahwa orang tersebut tidak sedang melencehkan masjid, tapi orang tersebut adalah orang masih jahil, belum tahu adab dan kemuliaan Masjid. Dan di gurun begitulah kebiasaan dia. .
Setelah laki-laki itu selesai kencing, Nabi meminta para sahabat untuk menyiram bekas kencing orang tersebut dengan segayung air, dan nabi tidak mencela orang tersebut sedikitpun.
.
Melihat indahnya akhlak Nabi orang tersebut dengan polosnya berdo'a: "Ya Allah rahmatilah aku dan nabi muhammad saja, dan jangan engkau rahmati selain kami berdua (karena sudah menghalanginya saat kencing)".
In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...
Komentar
Posting Komentar