Langsung ke konten utama

Cara Anak Saleh Memuliakan Ayah Dan Ibu

"Hari Ibu", banyak anak-anak yang memberi kejutan pada Ibunya, tak terkecuali yang keberadaannya jauh sekali dari sang Ibu
Perasaan sedih juga pasti ada pada teman-teman kita yang Ibunya sudah meninggal, kadang bingung bagaimana caranya supaya bisa seperti teman-teman yang lainnya. Foto bareng Ibu di tanggal 22, beri kejutan dan masih banyak hal lainnya yang bisa dilakukan bareng Ibu
Tapi, dibalik rasa sedih kita. Semua ada solusinya dalam Islam. Sebagai seorang muslim, berbakti kepada orang tua itu bukan hanya saat beliau masih hidup, tapi juga setelah beliau meninggal, dan tidak akan pernah berhenti untuk berbakti kepada keduanya sampai akhir hayat kita

Lalu bagaimana cara berbakti kepada Ibu maupun Bapak kita meskipun telah meninggal?

1. Memohonkan ampun untuk beliau
Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadis Qudsi: “ Diangkat derajat seseorang yang sudah meninggal, kemudian berkata: “Ya Rabb, apa (penyebab) ini?” kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab: “anakmu memohonkan ampun untukmu.”

2. Bersedekah atas nama orang tua
Dari Abdullah bin Abbas RA ia berkata: “Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah RA meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?" Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pun menjawab: “Iya bermanfaat”. Kemudian Sa’ad mengatakan kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam: “Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya.” (HR. Bukhari)

3. Melaksanakan nazar, kafarat, wasiat, dan janji yang belum terpenuhi
Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, lalu dia berkata, “Sesungguhnya ibu saya telah bernazar melakukan haji, dia meninggal sebelum melaksanakan nadzar hajinya. Apakah boleh melakukan haji menggantikannya?” Nabi menjawab, “Lakukan haji untuknya”. (HR. Bukhari)

4. Melunasi hutang orang tua
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: “Ruh seorang yang beriman tergantung dengan hutangnya, sampai dilunasi hutangnya”. (HR. Tirmidzi)

“Ya, ada empat perkara: menshalatinya dan memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, melaksanakan janji-janji mereka, memuliakan teman-teman mereka, dan menyambung tali kekeluargaan yang kamu tidak memiliki pertalian kecuali dari adanya pertalian itu, itu perbuatan bakti kepada mereka yang tersisa bagimu untuk kamu lakukan setelah mereka meninggal.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

5. Menyambung silaturahim dengan saudara dan teman orang tua
“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim)

6. Menjadi anak yang shalih/shalihah
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya. kecuali tiga perkara yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shaleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...

The trumpet is Jewish Culture

The trumpet is Jewish culture. But that is what the Muslims did on New Year's Eve, just following Jewish culture. Don't believe? Please reflect on the following hadith. From Abu ‘Umair bin Anas from his aunt who included Ansar shahabiyah, . عن أبى عمير بن أنس عن عمومة له من الأنصار قال اهتم النبى -صلى الله عليه وسلم- للصلاة كيف يجمع الناس لها فقيل له انصب راية عند حضور ال...