Langsung ke konten utama

3 Jalan Menuju Hijrah Dan Istiqomah

3 Jalan Menuju Hijrah Dan Istiqomah 



Nah ternyata untuk berhijrah dari aktifitas kemaksiatan menuju ketaatan itu memang butuh Niat dan Action. Untuk actionnya juga butuh langkah-langkah yang harus dipelajari dan jalani, agar proses hijrah ini tidak setengah-setengah tapi kaffah (menyeluruh).
.
Apa aja yang harus ditempuh?
.
1. Aqidah. Jadi Aqidah ini berhubungan dengan pertanyaan WHY/MENGAPA. Nah kita harus mencari jawaban Mengapa aku ada di dunia ini? Mengapa aku harus berislam? Mengapa Tuhan kita Allah? Mengapa harus berimana pada Rosulullah, Al Qur'an, Malaikat, Hari Kiamat, Qadha dan Qadar?. Jika pertanyaan ini sudah didapatkaan secara sempurna dan masuk kedalam logika dari hasil pemikiran kita yang jernih dan cemerlang, insyaAllah Aqidah itu akan menancap kuat dan mengubah peribadi serta perilaku kita menjadi Islami secara otomatis. Aqidah ini, bisa didapatkan jika melakukan kajian-kajian secara intensive. Karena dengan kajian Intensive kita bisa mendapatkan jawaban-jawaban itu secara menyeluruh.
.
2. Ukhuwah. Nah yang dimaksud Ukhuwah ini adalah, manjalin persaudaraan sesama muslim. Walaupun memang seluruh muslim itu bersaudara, tapi jarang sekali yang menjalin atau merekatkan diri dengan muslim yang lainnya. Cara untuk bisa merekatkan ukhuwah ini adalah dengan kita bergabung bersama Jama'ah. Karena dengan berjama'ah kita saling diingatkan dalam ketaatan. Dan dengan berjama'ah, kita tidak midah untuk masuk kedalam aktifitas kemaksiatan.
.
3. Syari'ah. Nah setelah kita mantap dengan Aqidah dan bergabung dalam Jama'ah. Maka kita dengan mudah untuk menerapkan Syari'ah. Penerapan Syari'ah akan menjadi kebutuhan hidup. Bahkan akan menjadi beban hidup jika kita mencoba untuk meninggalkannya.
.
So, itu adalah tips dari Alila untuk kita melangkah Hijrah, dan istiqomah didalamnya. Semoga setelah ini, #lovalila sekalian bisa berusaha untuk menerapkannya. Karena, walaupun ada niat jika tak diseriusi dengan perbuatan mak tak menujukkan hasil apa-apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...