Langsung ke konten utama

Poligami • Fatwa NU

Sekilas Kisah Rumah Tangga Poligami Rasulullah SAW
.
.
Suatu hari Rasulullah didatangi seorang perempuan.
.
يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ لِي ضَرَّةً، فَهَلْ عَلَيَّ جُنَاحٌ إِنْ تَشَبَّعْتُ مِنْ زَوْجِي غَيْرَ الَّذِي يُعْطِينِي؟ .
Artinya, “Wahai nabi, sesungguhnya aku memiliki ‘dlarrah (sesama istri lain dari sang suami). Apakah aku bersalah jika aku menunjukkan rasa kecukupan pada suamiku itu, padahal ia tidak memberikan hal yang cukup padaku?”
.
Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari melalui periwayatan Asma’ binti Abu Bakr As-Shiddiq.
.
Rasulullah menjawab kepada perempuan penanya itu.
.
الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ، كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ
.
Artinya, “Orang yang menampakkan kecukupan dari apa sebenarnya yang tidak diberikan bagai memakai pakaian kepalsuan.”
.
Riwayat kisah ini secara semakna juga diriwayatkan saudari Asma’, yaitu Aisyah RA dalam kitab Shahih Muslim. Dalam kitab Shahih-nya, Imam Al-Bukhari memasukkan kisah di atas secara spesifik dalam pembahasan Kitabun Nikah. Sedangkan Imam Muslim mencatatnya dalam pembahasan etika berpakaian. Secara eksplisit, makna hadits di atas adalah jangan berpura-pura bahagia atas apa yang sebenarnya tak ada dan tak dimiliki baik soal pakaian maupun soal kebahagiaan dari suami.
.
Mari kita cermati. Dalam redaksi riwayat-riwayat ini, ada istilah dlarrah (ضَرة) yang dalam bahasa Indonesia berarti istri madu, atau istri lain dari satu suami. Silakan Anda menelusuri dalam kamus-kamus Bahasa Arab-Indonesia yang lumrah dipakai di sekolah atau madrasah, yaitu Kamus Al-Munawwir atau Kamus Mahmud Yunus.
.
Untuk menemukan arti kata dlarrah di atas Anda perlu merujuk pada kata asalnya, yaitu (ضَرَّ-يَضُرُّ) yang memiliki makna merusakkan, memberi kemelaratan, merugikan. Kata dlarrah dalam hadits di atas adalah turunan dari kata tersebut. (Muhammad Iqbal Syauqi)
.

.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #poligami


Dalam bahasa Arab, sebuah kata memiliki makna yang memiliki keterkaitan dengan kata asalnya. Ibnul Manzhur, sastrawan Arab klasik yang menyusun ensiklopedi kata-kata bahasa Arab Lisanul Arab menyebutkan bahwa istri lain dinamakan dlarrah karena satu sama lain itu akan saling membahayakan. Selain itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani memberikan komentar tentang arti kata dlarrah yang memiliki bentuk plural dlara’air.

ضَرَائِرُ جَمْعُ ضَرَّةٍ وَقِيلَ "لِلزَّوْجَاتِ ضَرَائِرُ" لِأَنَّ كُلَّ وَاحِدَةٍ يَحْصُلُ لَهَا الضَّرَرُ مِنَ الْأُخْرَى بِالْغَيْرَةِ

Artinya, “Dlara’air adalah bentuk jamak dari kata dlarrah, seperti contoh ‘liz zaujat adl dlaraair’ (istri-istri itu memiliki sesama istri lain dari suami yang sama). Dinamakan dlarrah karena setiap ‘istri madu’ itu bisa membahayakan lainnya sebab cemburu.” Keterangan ini adalah komentar Ibnu Hajar terkait kisah Rasulullah SAW dalam kisah yang populer dengan peristiwa haditsul ifki saat Aisyah RA dikabarkan berbuat kurang elok dengan seorang sahabat. Kabar palsu ini tersiar. Aisyah RA yang sedih dan resah akibat kabar tersebut pulang kepada orang tuanya untuk memeriksa kebenaran tersebut.

Tiba di rumah, Aisyah RA mengadu kepada ibunya. Ibunya berkata, “Nak, meskipun nyata-nyata seorang suami itu menyayangi seorang perempuan, tapi jika sang suami itu memiliki dlara’air istri-istri lain, maka tentu saja orang-orang akan banyak bergosip miring tentang perempuan yang ‘dimadu’ itu.” “Subhanallah, seperti itukah yang dibicarakan orang-orang?” Aisyah RA kecewa. Semalam itu ia menangis.

Masalah menjadi pelik. Rasulullah sebelum turun wahyu terkait klarifikasi langsung dari Allah perkara kisah ini dalam Surat An-Nur mendiamkan Aisyah, bahkan juga sempat bermusyawarah dengan beberapa sahabat tentang rencana berpisah dengan Aisyah RA.

Memiliki istri lebih dari satu ternyata berbahaya dan membahayakan sebagaimana asal katanya dalam bahasa Arab. Nabi Muhammad SAW saja yang agung-agunging menungso, insan paling adiluhung, pun terdampak masalah yang rumit sebab perkara ‘istri madu’ dan poligami.

Berpura-pura bahagia itu duka. Bagi pria maupun perempuan, mendua akan menambah luka. Istri madu nyatanya tak semanis madu. Wallahu a’lam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

Resep Ikan Steam Nyonya Resto • Marimasak

Resep Ikan Steam Nyonya Resto • Marimasak Lunch tadi siang masi yang seger2 asem2 ikan steam nyonya ala2 resto. Tapi ini kaya nya kebanyakan kunyit😆 tapi rasa udah mendekatin yg di resto2 lumayan lah mesti sering2 masak lagi biar pas bumbu nya. Ikan steam nyonya Bahan : satu ekor ikan Bumbu dihaluskan : - 4 pcs bawang merah - 3 siung bawang putih - 1 bawang bombay - 2 cabe merah keriting - 4 biji cabe rawit - 2 batang serai (ambil putihnya) - 1 cm kunyit - 1 bunga kincung/kecombrang - air asam jawa secukup - 1 buah jeruk nipis - garam ,gula,penyedap secukuupnya - 3 sdm sanbal Bangkok bahan-taburan: - daun ketumbar - cabe genbung iris - bawang daun iris Cara memasak  Bersihkan ikan belah perut bikin ikan melebar ,kasih jeruk nipis,dan jahu potong julienne diamkam.letakan ikan dip ring than panas kukus  selama 6 mnt angkat buang airnya masukan ke saus. Tumiskan semua bumbu halus dan masukkan gula dan garam secukup rasa.tambahkan  air asam. Tambahkan saus samba...

Azab Di Dunia Dan Akhirat

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta 'ala akan menangguhkan siksaan bagi orang yang berbuat zhalim. Dan apabila Allah telah menghukumnya, maka Dia tidak akan pernah melepaskannya." Kemudian Rasulullah membaca ayat yang berbunyi: 'Begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu sangat pedih dan keras.' (Qs. Huud (11): 102). (HR. Bukhari) IG : @islam_nasehat Blog : www.islam-nasehat.tk