Langsung ke konten utama

Terjemahan Kitab Syaikh Abdurrahman as-Sa’di • Aulia Izzatunisa

Al-istiqomah:

💐📖Terjemahan Kitab Fiqh Manhajus Salikin Karya Syaikh Abdurrahman as-Sa’di (Bag ke-1)

📋☑MUKADDIMAH

بِسْمِ اللَّهِ اَلرَّحْمَنِ اَلرَّحِيمِ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dan kepada-Nya kami meminta pertolongan.

Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan, memohon ampunan, dan bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami dan keburukan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada yang menyesatkannya. Barangsiapa yang Allah sesatkan, tidak ada yang memberikan hidayah kepadanya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagiNya. Aku bersaksi bahwa Muhammad shollallahu alaihi wasallam- adalah hamba dan Rasul-Nya.
Amma Badu (kemudian setelah itu)..............

Ini adalah kitab ringkasan dalam ilmu fiqh. Aku mengumpulkan permasalahan dan dalil-dalilnya. Aku ringkas pada perkara yang paling penting yang manfaatnya paling besar. Karena demikian besarnya kebutuhan atas pembahasan ini. Kebanyakan aku hanya mencukupkan dengan menyebutkan nash (dalil) saja jika hukumnya telah jelas. Agar mudah dihafalkan dan dipahami oleh para (pelajar) pemula. Karena sesungguhnya ilmu itu adalah mengetahui kebenaran dengan dalilnya.

Fiqh adalah mengenal hukum-hukum syar'i yang merupakan furu' (bukan terkait akidah, pent) berdasarkan dalil-dalilnya dari al-Quran, Sunnah (hadits), ijma (kesepakatan Ulama), dan qiyas yang shahih. Aku mencukupkan pada dalil-dalil yang telah masyhur agar tidak terlalu panjang. Jika terdapat perbedaan pendapat dalam suatu permasalahan, aku cukupkan pada pendapat yang aku pandang rajih (paling kuat) menurutku dengan mengikuti dalil syar'i.

Hukum-hukum terbagi menjadi 5:

1⃣Wajib: sesuatu yang jika dikerjakan berpahala, dan jika ditinggalkan mendapatkan dosa (siksaan).

2⃣Haram: lawan dari wajib. (Jika dikerjakan berdosa, jika ditinggalkan berpahala)

3⃣Makruh: jika ditinggalkan berpahala, jika dikerjakan tidak berdosa.

4⃣Sunnah : lawan dari makruh. (Jika dikerjakan berpahala, jika ditinggalkan tidak berdosa).

5⃣Mubah: sesuatu yang dikerjakan atau ditinggalkan sama saja (tidak berdosa atau berpahala).

Seorang mukallaf wajib mempelajari segala yang dibutuhkannya dalam ibadah, muamalah, dan selainnya.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah menginginkan kebaikan untuknya, Allah akan faqihkan (pahamkan) dia dalam urusan Dien (Muttafaqun alaih)

📋☑Kitab ke-1: Thoharoh (Bersuci)

Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam dibangun di atas 5 (rukun): persaksian (syahadat) bahwasanya tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadhan (Muttafaqun alaih)

Syahadat Laa Ilaaha Illallaah adalah seseorang mengetahui, meyakini, dan menjalankan konsekuensi (persaksian) bahwa tidak ada yang berhak sebagai Ilahi dan sasaran ubudiyyah (ibadah) kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Sehingga wajib bagi seorang hamba untuk mengikhlaskan seluruh Dien (amalannya) hanya untuk Allah Ta’ala, menjadikan seluruh ibadah lahir maupun batin hanya untuk Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam seluruh perkara Dien.

Ini adalah landasan agama seluruh para Rasul dan pengikut mereka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Aku, maka sembahlah Aku (satu-satunya)(Q.S al-Anbiyaa ayat 25)

Syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah: seseorang berkeyakinan bahwa Allah mengutus Muhammad shollallahu alaihi wasallam kepada segenap Manusia dan Jin sebagai pemberi kabAl-istiqomah:
ar gembira dan pemberi peringatan. Beliau mengajak mereka untuk mentauhidkan Allah dan mentaati-Nya. (Syahadat tersebut direalisasikan) dengan membenarkan khabar beliau, menjalankan perintah beliau, menjauhi larangan beliau, dan (berkeyakinan) bahwa tidak ada kebahagiaan dan kebaikan di dunia dan di akhirat kecuali dengan beriman kepada beliau, taat kepada beliau, dan wajib mendahulukan kecintaan kepada beliau dibandingkan kecintaan kepada diri sendiri, anak, dan manusia seluruhnya.

Allah menguatkan beliau dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan (benarnya) risalah beliau. Allah juga menganugerahkan ilmu yang sempurna, akhlak yang tinggi, dan agama beliau mengandung petunjuk, kasih sayang, kebenaran, dan kemaslahatan untuk Dien maupun kehidupan duniawi.

Dan ayat (bukti kebenaran risalah beliau) yang paling besar adalah al-Quran ini yang mengandung kebenaran dalam khabar, perintah, dan larangan.

Wallaahu A'lam.

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡

WA al I'tishom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...

The trumpet is Jewish Culture

The trumpet is Jewish culture. But that is what the Muslims did on New Year's Eve, just following Jewish culture. Don't believe? Please reflect on the following hadith. From Abu ‘Umair bin Anas from his aunt who included Ansar shahabiyah, . عن أبى عمير بن أنس عن عمومة له من الأنصار قال اهتم النبى -صلى الله عليه وسلم- للصلاة كيف يجمع الناس لها فقيل له انصب راية عند حضور ال...