Langsung ke konten utama

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Al-Aqsha Memanggil Kaum Muslim

Banyak hal yang ada di pikiran saya menanti untuk dituliskan. Namun semua, meskipun tak kalah penting, bisa menunggu bila dibandingkan dengan kabar tentang Al-Aqsha

Telah sampai pada kita berita semisal ini "President Trump: US recognizes Jerusalem as Israel's capital and will move the embassy to the disputed city"

Pemerintah US mengatakan ini semua bagian dari proses pencarian perdamaian antara Israel dan orang-orang Palestina, padahal yang terjadi justru sebaliknya

Kita tahu bahwa tanah Syam, termasuk wilayah Palestina ialah milik kaum Muslim, setelah diserahkan patrik Safronius kepada Umar bin Khaththab di masa Khulafaur Rasyidin

Dan tanah itu tetap menjadi milik Muslim, disuburkan dengan darah para mujahid, diberkahi dengan ulamanya, dan akhlak penduduknya keturunan para Nabi

Sampai akhirnya,  Inggris dan Prancis menjarahnya pasca PD1 lewat perjanjian Sykes-Picot, lalu Inggris memberikannya pada Yahudi secara sepihak via Deklarasi Balfour 1917

Setelah serangkaian tipudaya via Inggris dan LBB, akhirnya Amerika dan PBB mengesahkan negara Israel pada 1948, saat itu kaum Muslim dipaksa tak punya negara, stateless

Sejak itu dimulai pembantaian kaum Muslim atas nama perang melawan teroris, diamini PBB dan didukung Amerika. Presiden manapun harus menyatakan sumpah setia pada Israel

Itupun semua terjadi tanpa mengklaim Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibukota Israel, yang keberadaan Israel saja sudah jadi masalah besar, dan simbol ketidakadilan

Maka dengan keputusan ini, sesungguhnya Amerika sedang menguji kita kaum Muslim, seolah mengatakan "Anda mau apa heh?". Kedzaliman yang dinyatakan

Ini sentilan buat kita, bila penistaan Al-Maidah 51 bisa membuat Muslim Indonesia bersatu, harusnya ini juga bisa membuat Muslim dunia bersatu, membela Al-Aqsha

Pemimpin Turki Erdogan sudah mengawalinya dengan pidato yang herois, siap membela kehormatan Al-Aqsha. Mari kita berdoa bahwa ini adalah momen persatuan dunia

Sebab hanya Islam yang mampu tegak melawan kedzaliman, sebab kuatnya hamba-hamba Allah dalam memegang yang benar, lalu Allah pasti aklan memenangkan mereka

IG : @islam_nasehat
Blog : www.islam-nasehat.tk

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Larangan Mensholatkan Orang Munafik

"Ketika Abdullah bin Ubay meninggal dunia. anak laki-lakinya -yaitu Abdulah bin Abdullah- datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam seraya memohon kepada beIiau agar sudi memberikan baju beliau kepada Abdullah untuk kain kafan ayahnya, Abdullah bin Ubay bin Salul. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan bajunya kepada Abdullah. setelah itu, Abdullah juga memohon Rasulullah agar beliau berkenan menshalati jenazah ayahnya. Kemudian Rasulullah pun bersiap-siap untuk menshalati jenazah Abdullah bin Ubay, hingga akhirnya Umar berdiri dan menarik baju Rasulullah seraya berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau akan menshalati jenazah Abdullah bin Ubay sedangkan Allah telah melarang untuk menshalatinya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberikan pilihan kepadaku." Lalu beliau membacakan ayat yang berbunyi; "Kamu memohonkan ampun bagi orang-orang mu...

The Mandatory Bathing Method for the Right Woman According to Islam

In Islamic teachings, to carry out worship which is part of the pillars of Islam and its nature habluminnaullah (dealing directly with Allah, in the form of rituals) it is obligatory to be pure and clean. Not just clean and holy when carrying out ritual worship, more than that Islamic teachings do indeed order the people to always keep themselves clean. As in a hadith it is stated that cleanliness is part of faith. This, as stated in the Koran: "O ye who believe, if you are going to pray, then wash your face and your hands up to your elbows, and sweep your head and (wash) your feet up to both ankles, and if you junub then take a bath, and if you are sick or deep traveling or returning from a toilet or touching a woman, then you do not get water, then mix with good soil (clean); brush your face and your hand with the land. God does not want to trouble you, but He wants to cleanse you and perfect His blessings for you, so that you will be grateful. "(QS: Al-Maidah: 6) Prohibiti...

The Law of Eating Food for the Rest of Others in Islam

On the previous occasion, we have briefly reviewed some of the ways of eating the Prophet, one of which is to spend the remaining food on a plate or tray where you eat. Spending the rest of the food actually has its own philosophy of appreciating the blessings given by Allah SWT. Islam forbids his people from wasting the sustenance obtained. And therefore, as Muslims we must respect every drop of water and every seed of food that is available by not wasting the food or drink and using it for a positive purpose. The rewards that we give to food or drink are actually a form of our gratitude for God's favor. Therefore in one of the narrations of the Prophet sallallaahu ahu alaihi wasallam always licked the leftover food stuck to the fingers of his hand. From Jabir bin ‘Abdillah he said that the Prophet sallallaahu‘ alaihi wasallam said, "Don't sweep his hand with a napkin before he licks his finger. Because he doesn't know which food brings blessings. "(Narrated by M...